Minggu, 15 Januari 2012

BANYAK ORANG BILANG SAYA GILA!

Halo, saya Intan! Masih ingat? Saya penulis buku ‘Bermain Dengan Uang’ yang sehari-hari sibuk bersenang-senang mengelola usaha di bidang penerbitan dan distribusi majalah musik (Majalah GitarPlus), toko dan rental studio musik (GH Music & Studio Bintaro dan GH Music Graha Raya), dan penyelenggara event-event khusus gitar di berbagai kota di Indonesia.

Belakangan ini, makin banyak yang bilang saya gila. Ah, masa iya saya gila? Perempuan baik-baik dengan wajah tanpa dosa begini dibilang gila? Hahaha.. yang bener ajaa..

Iya deh, saya ngaku kalau dalam banyak hal saya suka nekat. Dan kenekatan saya kadang-kadang memang melewati batas kewajaran. Saya nggak takut menabrak pakem, nggak ragu-ragu mendobrak hal-hal yang dianggap normal, dan berani melakukan sesuatu yang nggak biasa. Tapi memangnya itu cukup dijadikan alasan untuk menuduh saya gila? Ingat, saya ini perempuan baik-baik dengan wajah tanpa dosa lho.. (cuih, apa hubungannya?) :-D

Sebagian orang lagi menganggap saya ajaib. Harus diakui, cara saya berpikir, merencanakan sesuatu, menyikapi masalah, dan memandang segala hal di sekitar saya kadang-kadang memang agak berbeda dari orang kebanyakan. Dan itu sangat mempengaruhi cara saya mengelola usaha. Contoh aja nih, orang lain waktu mau memulai suatu usaha lazimnya merencanakannya dari A, baru ke B, C, D, dan seterusnya secara berurut. Kalau saya bisa mulai dari C, baru ke B, D, lalu justru baru ke A. Ini contoh nyatanya; orang lain kalau mau buka kursus gitar menyiapkan ruang kelas, fasilitas, guru, dan kurikulumnya dulu, baru cari murid. Nah, saya kebalik. Dapat murid dulu, baru cari guru, menyiapkan kurikulum lalu langsung jalan sambil pelan-pelan melengkapi fasilitas yang dibutuhkan. ^_^

Saya orang yang spontan dan impulsif. Saya bisa seketika kepikiran ingin mengerjakan sesuatu, dan langsung saya lakukan saat itu juga. Kalau ditunggu kelamaan, saya keburu berubah pikiran. Keburu muncul ide-ide baru lagi karena setiap hari ada begitu banyak ide yang melompat-lompat liar di benak saya, menunggu waktu untuk direalisasikan. Orang-orang di kantor saya sudah nggak heran kalau pagi-pagi saya duduk manis di ruang kerja, kelihatan serius ngetik-ngetik sesuatu, nelpon ke sana kemari sambil memberi instruksi ke pegawai untuk mengerjakan ini itu, tapi sejam kemudian keluar ruangan sambil teriak, “Kita nonton bareng sekarang, yuk! Ada film bagus nih..” Atau, “Awal bulan kita pindah kantor ya. Ruangan yang ini mau dijadikan studio musik.” Makanya orang yang mengidap penyakit jantung nggak disarankan melamar kerja di kantor saya. Bisa kaget-kagetan terus dia. Hahahaa…

Cara berpikir saya melompat-lompat, saya suka mengerjakan banyak hal sekaligus dalam waktu bersamaan (tapi untunglah akhirnya selesai semua :p), sering nggak berpikir panjang kalau akan melakukan sesuatu, dan suka membuat manuver-manuver yang untuk orang lain mungkin mengejutkan. Tapi sebagai pemimpin yang bertanggung jawab mengendalikan laju perahu usaha, untungnya saya tahu sopan santun. Setiap kali mau membuat gerakan berbahaya seperti banting setir atau mendadak berbalik 180 derajat, saya selalu memberi peringatan dulu kepada semua pegawai untuk berpegangan erat-erat biar nggak jatuh atau minimal terkaget-kaget akibat perbuatan saya. ^_^

Saya nggak takut mengambil resiko, nggak takut gagal, dan berani menantang bahaya sepanjang itu berpotensi membuat usaha saya berkembang menjadi lebih maju. Saya juga rela meninggalkan kenyamanan untuk mencoba sesuatu yang baru dan nggak gengsi melakukan hal-hal yang buat sebagian orang dianggap bikin malu. Asal nggak merugikan dan menyusahkan orang lain serta nggak bertentangan dengan hukum negara dan hukum agama, apa salahnya? Mumpung masih muda dan ada kesempatan, cobain aja semuanya biar nggak penasaran nantinya.

Dalam berbisnis saya nggak melulu berorientasi pada keuntungan materi. Karena buat saya, saat mengerjakan sesuatu yang penting saya sudah lebih dulu menikmati prosesnya. Untung dan rugi itu urusan belakang. Kalau untung saya lebih senang lagi. Kalau rugi? Ya sudah, toh saya sudah bersenang-senang menikmati prosesnya. Tapi pada kenyataannya ketika kita menikmati apa yang kita lakukan, biasanya hasilnya justru akan lebih maksimal. Dan kalau hasil kerja kita maksimal, keuntungan otomatis bakal datang tanpa diundang. Itu kalau berdasarkan pengalaman saya lho..

Terserah orang mau menganggap saya gila atau menilai apa pun tentang saya. Saya cuma pengusaha biasa yang menjalankan usaha dengan gaya rock 'n roll; bebas, santai dan suka-suka. Jalan yang saya hadapi nggak selalu mulus. Kadang terjal berliku. Nggak jarang saya ketemu jalan buntu. Tapi semua itu nggak pernah membuat saya patah semangat, apalagi menyerah. Saya menikmati pilihan hidup saya sebagai pengusaha, mencintai dunia saya lengkap dengan suka dukanya, dan bahagia tak perduli orang mau bilang apa. Kalau gara-gara semua itu saya lalu dituduh gila biarin aja. Buktinya banyak juga tuh yang setelah melihat dan mengamati sepak terjang saya lalu menghubungi saya, baik lewat inbox facebook maupun email untuk… MINTA DIAJARIN GILA! Hahahahaa..

Ayo, siapa yang mau ikut gila bareng saya? :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar